Children Without Parents

Halo semua nya! Kali ini gue hadir dengan segala keresahan yang ada dibenak gue sekarang. Dan topik ini terus terusan mengganggu gue, ya tapi, dari sini gue sadar bahwa people’s maybe can smile, but you don’t know behind the scene them.

Iya, gue dapat satu pelajaran dari salah satu teman gue, dan gue bisa relate sama kondisi yang dia rasakan walaupun gak sama percis.

Jadi hal ini baru gue tahu kurang lebih satu minggu yang lalu. Dan karena gue selalu teringat dengan semua hal ini jadilah gue mau nulis tentang ini buat kalian, sekaligus biar kalian nggak asal-asalan kalau ngomong, bcs masih ada hati yang harus dijaga, cuy.

Jadi gue punya temen, disetiap hari nya gue lihat hidup dia kayak bahagia-bahagia aja, tanpa masalah sedikit pun yang menghampiri nya. Bahkan, gue pernah iri melihat hidup dia yang terlihat nggak serumit hidup gue dan ternyata kalo dibandingin sama gue belum tentu gue bisa se-tegar dia seperti terumbu karang yang selalu diterjang ombak.

Gue tau kok, hidup itu nggak selalu mulus, semua manusia pasti punya masalah. Tapi, ya kita nya aja yang nggak mau bersyukur atas apa yang udah kita punya. Dan yang gue tulis sekarang pun jadi tamparan buat diri gue sendiri.

Dalam topik ini gue baru sadar, bahwa banyak permisalan yang memang selama ini secara nyata ada didepan mata gue sendiri. Tapi, malah gue nya aja yang nggak buka mata dan malah egois sama diri sendiri dan membanding bandingkan hidup orang lain.

Children without parents, gue rasa mereka-mereka yang bisa melewati hidup tanpa orang tua adalah orang-orang yang hebat, keren, tangguh, dan mandiri. Maksud dari topik yang gue bahas ini mencakup secara generally mulai dari anak yatim piatu maupun anak broken home yang kurang mendapatkan perhatian.

Balik lagi ke cerita yang ingin gue share. Singkat cerita dari ocehan gue, gue baru tahu bahwa temen gue yang gue anggap hidup nya bahagia dan serba mudah, ternyata dibalik wajah ceria yang selalu ditujukin itu dia sebenarnya punya cerita yang samasekali nggak bisa diceritain sama orang-orang. Mungkin ini privasi, tapi melihat dari ke tegar-an dia, gue jadi merasa terharu sekaligus nggak nyangka kalau itulah yang sebenarnya terjadi sama hidup dia.

Gue yakin buat kalian yang adalah anak broken home ataupun yatim piatu pasti sangat merindukan perhatian dari orang tua. Sebagian dari kalian pasti memiliki keinginan berbagi kisah tentang apa aja yang terjadi hari ini pada orang tua kalian, sama seperti teman-teman kalian lain nya.

Ya, gue melihat dia seperti itu setiap hari nya. Sampai suatu ketika, dia yang gue kenal tangguh kaya baja ini akhirnya meneteskan air mata juga. Dan, itu semua karena apa? That because bullying, big bullshit.

She looks good, she looks happy

Saat itu gue belum tahu kalau temen gue ini ternyata nggak punya orang tua nya lagi. Tapi setelah gue tahu, gue jadi mikir hidup tanpa orang tua adalah hard struggle. Dan gue coba bayangin saat berada diposisi dia, dimana disaat itu lo nggak punya siapa siapa buat cerita tentang masalah lo disekolah, bahkan buat cerita ke temen aja rada sungkan, gue nggak ke bayang gimana tegar nya dia bisa lewatin semua tanpa orang tahu bahwa dia punya masalah yang nggak bisa sembarangan dia bagiin.

Dan lagi, beberapa temen gue mungkin dia bisa tersenyum, tapi ada saat dimana keadaan mereka merindukan orang tua mereka, mereka perlu kehadiran orang tua dalam bentuk rangkulan maupun support atas apa yang sudah mereka lewati di hari hari yang semakin sesak dan berat ini.

Gue juga baru aja nonton joker mungkin beberapa orang banyak yang berpendapat negatif dengan film ini. Tapi, gue coba ambil sisi positif dari tokoh si Arthur ini, ia selalu tampak bahagia, dan merasa hidup nya baik-baik aja, padahal tanpa kita tahu dia perlu pertolongan bukan nya malah rentetan ejekan maupun bullshit. Dia cuma ingin didengarkan dengan segala apa yang terjadi dengan dirinya. Dia cuma perlu perhatian. Dia juga samasekali nggak ingin hidup nya kayak gitu, dia juga ingin sembuh dan hidup normal. But, again so many people ignore him and be don’t care.

Maka dari ini gue sadar, banyak orang-orang tersenyum bahagia belum tentu mereka nggak punya masalah. Mereka punya, tapi mereka bisa cover itu dengan sangat baik. Pesan gue cuma satu, setiap omongan yang lo ucapin sama siapapun tetap jaga attitude. Kita nggak pernah tau apa yang sedang mereka alami, dan sudah berapa banyak tapakan batu yang mereka lewati dengan penuh struggle sampai akhirnya bisa se kuat sekarang, bisa se tegar sekarang, dan bisa terlihat baik baik aja seperti kehidupan manusia normal lain nya