Judge From The Looks

I know everyone see something from cover. Tapi, gue juga baru menyadari bahwa menilai seseorang sebatas dari luar adalah sebuah ketidak adilan. Apalagi kalian juga menginginkan hal yang sama, namun masih menilai seseorang dari cover. Benar-benar hal yang nggak masuk akal. Dan keliatan banget sih, kalau itu adalah sebuah ke egoisan yang tanpa kalian sadari adanya.

Beberapa waktu lalu, gue dan temen gue pernah membahas topik ini secara nggak sengaja. Beauty Standard saat ini sedang booming² nya. Orang-orang mulai sibuk mencari kekurangan dirinya sendiri dan sibuk memikirkan mencari solusi untuk menutupi kekurangan dirinya.

Orang-orang sekarang banyak yang berambisi memiliki kulit glowing, mulus dan putih. Kadang gue juga heran yang udah putih masih merasa kurang putih, lo mau kulit lo seputih porselen? Canda, cuy.

Ngebahas topik ini, menurut gue sendiri cukup berat cause i’m include this zone. Gue baru sadar gue udah terpengaruh sama society dan ikut berambisi, sampai-sampai lupa sama yang namanya bersyukur dan mencintai diri sendiri. Sampai saat inipun gue masih berusaha melawan segala nafsu gue untuk berhenti mengikuti perlombaan beauty standard ini.

Dan saat gue ngobrol sama temen gue, i’m realize , how i am egoist, gue ingin orang nggak lihat gue dari cover, but i’m see someone from cover, i’m look toxic people. Dan setelah itu, gue baru sadar dan coba belajar lagi buat ngehargain orang bukan berasal dari fisik nya, tapi masih ada yang bisa kita lihat dari dalam dirinya, which is itu semua nggak akan berubah termakan waktu dibanding dengan beauty maupun handsomeness yang bisa hilang termakan usia, bahkan kapan aja.

Gue punya kutipan dari seseorang bahwa ” melihat seseorang itu bukan dari yang tampak pada dirinya, tapi melalui keberadaan nya”

Dan kutipan itu berhasil buat gue sadar sesadar-sadar nya. Kutipan itu membuat gue untuk lebih open minded lagi dalam menilai seseorang.

Balik bahas tentang Judges From The Looks. Gue sendiri juga pernah diposisi itu, dimana tanpa mereka sadari, mereka udah melakukan sebuah diskriminasi, seakan-akan kita nggak sama berharga nya sama mereka yang memiliki person perfect. Mereka nggak sadar bahwa kita juga sama, kita sama-sama manusia, dan mereka lupa memanusiakan manusia.

Menurut gue kesadaran untuk tidak menilai seseorang dari cover nya itu, adalah sebuah langkah awal untuk merubah beauty standard di society kita. Lagian, menurut gue, orang yang cuma nilai dari cover nya aja, gue rasa mereka terlalu sempit dalam menilai, sampai-sampai nggak memberi kesempatan si orang ini untuk menunjukkan kemampuan yang ada didalam dirinya. Seakan-akan hal yang nampak secara fisik sudah cukup jadi penilaian.

Gue tahu, hal pertama yang dilakukan orang adalah scanning. But, paling enggak setelah kita tahu tentang ini, kita jadi lebih bisa nilai seseorang bukan cuma dari cover nya aja, kita masih perlu explore orang tersebut sebelum menilai seseorang, untuk tahu lebih dalam tentang dirinya. Toh, masih banyak orang-orang tertipu sama orang munafik karena menilai sesuatu cuma sebatas dari cover nya aja.

Dan, gue juga nggak memungkiri, buat kalian yang sedang ambis sama hal-hal yang berbau makeup as well as skincare. Coba deh, cintai diri kalian sendiri dulu, yang kalian lakuin sekarang buat apa dan buat siapa? Buat ikutin kemauan society? Atau karena lo emang perlu itu cause you love yourself?

Gue sama sekali nggak berhak buat menghakimi orang-orang hanya karena memaksa orang-orang ngerti sama argumen gue. Gue rasa yang perlu kita lakukan sekarang adalah lebih bersyukur and love self. Gue rasa dengan masang mindset makeup & skincare adalah sebuah keperluan untuk merawat diri kita dan mencintai diri kita, itu bakal berdampak baik buat mental healthy seseorang. Dan semua itu bisa meredakan ambisi kita yang ingin menjadi person perfect yang berusaha menutupi kekurangan hanya untuk mengikuti standard beauty. Semua nggak salah, yang salah itu niat kita.

Gue nulis ini bukan tanpa alasan, gue nulis ini karena gue pernah diposisi itu dan i’m try struggle go out from this circle. Semuanya emang nggak semudah itu, tapi dengan kita berusaha ngerubah that mindset, itu adalah bentuk langkah awal untuk melawan beauty standard di society. Dan lagi, beauty standard itu sebenarnya nggak ada. Semuanya itu ada karena diciptakan oleh lingkungan itu sendiri.

Dan standard beauty yang beragam dari setiap negara sudah cukup menjadi tolak ukur, bahwa beauty standard itu sama sekali nggak ada. So, don’t scared be yourself, stay to be yourself, udah saat nya kita mengapresiasi diri kita sendiri. Kalian udah kehilangan banyak hal, tapi jangan sampai kalian kehilangan diri kalian sendiri dan Semesta.


🌻🌻🌻

*Wait your suggestion and your criticism in comment section.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s