Affection

Kadang kita lupa, kadang kita nggak sadar atau malah nggak mau menyadari nya, kadang kita tahu tapi memilih nggak mau tahu. Dari perilaku inilah yang menurut gue harus gue ubah, kadang orang yang ignore-an plus langsung judge seseorang adalah hal yang seharusnya nggak dilakukan, hal yang menurut gue malah mempersempit sudut pandang buat diri gue sendiri.

Bertahun-tahun lamanya gue termakan oleh judgment seseorang tanpa gue mau cari tahu ada hal yang sebenarnya nggak sepenuhnya seperti itu. Kadang kesalahan kita adalah menilai satu keburukan dengan menutup kebaikan yang lainnya. Seakan-akan kebaikan seseorang itu nggak di appreciate, just cause one wrong.

Kita nggak bisa lebih dari tahu apalagi sok tahu tentang diri seseorang, tapi kita masih bisa berusaha merefleksikan diri kita diposisi mereka. Gue sendiri sadar untuk menilai keburukan seseorang, masih banyak pertimbangan yang harus lo pikirkan, jangan sampai karena satu hal.. lo malah menutup mata. Cuy, manusia nggak sempurna, lo nggak bisa pinta mereka untuk nggak buat kesalahan sama sekali, Lo nggak bisa paksa mereka menjadi apa yang lo ekspestasikan.

Kadang, semua itu adalah tipikal seseorang, karakter seseorang yang udah Tuhan anugerahi kepada makhluk ciptaan-Nya. Jadi sebelum menilai sesuatu, ada baiknya kita mengingat bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan kita.

Beberapa minggu lalu, gue disadarkan dengan sikap toxic gue. Gue rasa, gue belum cukup sempurna untuk dibilang sebagai manusia yang memiliki mental healthy sempurna. Gue masih termakan dengan asumsi orang-orang, termakan asumsi diri sendiri, masih belum mikir bahwa nggak semua sikap buruk yang gue lihat cukup untuk jadi referensi gue untuk menilai seseorang.

Seseorang ini menyadarkan gue, bahwa beberapa hal yang nggak gue suka dari dia nggak sepantasnya menutupi kebaikan nya for my self. Gue juga jadi makin tahu, ternyata bener, cara orang menunjukkan affection beda-beda. Apalagi manusia memiliki banyak macam ragam nya, apalagi setiap satu kepala manusia nggak akan sama isinya sama isi kepala manusia lain nya.

Gue kenal orang ini, dia dikenal dengan sikap jutek dan pemarah nya. Dan gue lihat itu dengan mata kepala gue sendiri. Gue juga pernah merasa jengkel dengan itu. But, sometimes you can not label people forever with that. Human grow and change, setiap waktu yang berlalu akan membuat seseorang berubah, dan akan membuat seseorang belajar dari masa ke masa.

Pun dengan diri gue sendiri. So, kita nggak bisa mengadili seseorang dengan seperti itu selamanya. Bahkan, mungkin aja, bisa jadi seseorang itu akan lebih baik dari kita, atau mungkin nggak menutup kemungkinan, malah kita yang lebih buruk dari dia.

On that day, mungkin perilaku dia ke gue masih sama, sikap dia masih sama, tapi gue lupa. Satu sisi nggak cukup untuk menilai seseorang. Mata gue udah ketutup sama asumsi orang-orang dan diri gue sendiri.

Yang pada awal nya gue nggak suka orang ini, sekarang malah berbanding terbalik mengagumi dia. He show affection in his own way. Gue tersentuh dengan itu, bahkan gue sangat-sangat meng-appreciate-him.

Beliau beri sesuatu buat gue, nilai nya mungkin nggak seberapa. Tapi, waktu dan tenaga beliau yang membuat gue begitu nggak habis pikir. Sampai-sampai dalam benak gue ” semoga masih banyak orang yang kayak gini”

gue sama sekali nggak berekpestasi apapun sama beliau, karena sikap beliau yang sama sekali nggak bisa gue tebak. Gue udah terlena sama asumsi toxic gue.

Dari situ gue sadar, menilai sesuatu hadiah bukan dari nilai barang nya. Tapi dari bagaimana kerja keras seseorang untuk dapetin itu, dan proses seseorang untuk bisa wujudin itu semua. Dari beliau gue juga tahu, bahwa beberapa kesalahan nggak sepantasnya menutupi beribu kebaikan lain nya.

Tuhan Maha Penyayang, Tuhan Maha Pengampun. Nggak ada salah nya kita memaafkan seseorang, nggak ada salah nya kita memberi kesempatan kepada seseorang. Tuhan Maha Tahu mana yang baik untuk kita, dan mana yang buruk untuk kita. So, menurut gue mendahului kehendak Tuhan bukanlah hal yang seharusnya dilakukan.

I’m learned from that experienced, and I still learning that.

Yuk sama-sama belajar.


🌻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s